Sabtu, 18 April 2015

RENUNGAN ANUGERAHBERKAT YANG MEMBERDAYAKAN HIDUP DAN SESAMA
AMSAL     11 : 23 - 31
Semenjak terjadi kenaikan BBM beberapa waktu yang lalu, pemerintah membuat kebijakan dengan memberikan dana kompensasi sebesar se-ratus ribu rupiah kepada rakyat (yang dipandang/di-anggap) miskin. Terkesan, bahwa pemerintah me-mang menyebar harta kepada rakyat golongan se-perti itu. Apakah ini akan akan membuat negara/pemerintah ini semakin bertambah kaya seperti firman tadi? Nampaknya tidak! Sebaliknya, bias saja terja-di negara/pemerintah ini semakin bangkrut karena uang yang dibagikan kepada rakyat juga uang dari hasil pinjaman luar negeri. Selain itu, cara menye-bar harta semacam itu justru membuat rakyat men-jadi malas. Tidak perlu bersusah payah bekerja, tiba-tiba dapat uang seratus ribu. Mestinya orang harus bekerja untuk mendapatkan uang. Hal ini akan membuat orang menjadi tergantung dan tidak mandiri.
Bacaan kita memberikan dua pilihan kepada kita, yaitu: apakah kita harus menyebar harta atau-kah menghematnya? Apa yang dimaksud dengan menyebar harta dalam bacaan tadi bukanlah meng-hambur-hamburkan uang. Menyebar harta di sini adalah membagi harta dan mengelolanya. Semua dilakukan untuk memberdayakan (baik orang lain maupun diri sendiri) dan bukan memperdayai. Ka-rena itu, uang itu akan bergulir yang mendorong orang yang menerimanya dapat bekerja dan terjadi hubungan yang sinergis atau saling menolong anta-ra yang memberi dan yang menerima. Berikutnya tentang berhemat, sebenarnya adalah tindakan yang mulia. Tetapi kalau tindakan itu dilakukan secara luar biasa, artinya hemat itu menjadikan orang se-makin pelit, kikir malah tidak menjadi berkat. Alki-tab mengatakan, bahwa ia justru berkekurangan.

= 02 =
Kekurangan, karena berusaha menyimpan uangnya sebanyak-banyaknya tanpa diberdayagunakan un-tuk/agar berkembang dan menolong sesama yang miskin. Mari kita berbagi harta untuk memberdaya-kan, bukan memperdayai sesama kita. AMIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar