RENUNGAN ANUGERAHBERKAT YANG MEMBERDAYAKAN HIDUP DAN SESAMA
AMSAL 11 : 23 - 31
Semenjak
terjadi kenaikan BBM beberapa waktu yang lalu, pemerintah membuat
kebijakan dengan memberikan dana kompensasi sebesar se-ratus ribu rupiah
kepada rakyat (yang dipandang/di-anggap) miskin. Terkesan, bahwa
pemerintah me-mang menyebar harta kepada rakyat golongan se-perti itu.
Apakah ini akan akan membuat negara/pemerintah
ini semakin bertambah kaya seperti firman tadi? Nampaknya tidak!
Sebaliknya, bias saja terja-di negara/pemerintah ini semakin bangkrut
karena uang yang dibagikan kepada rakyat juga uang dari hasil pinjaman
luar negeri. Selain itu, cara menye-bar harta semacam itu justru membuat
rakyat men-jadi malas. Tidak perlu bersusah payah bekerja, tiba-tiba
dapat uang seratus ribu. Mestinya orang harus bekerja untuk mendapatkan
uang. Hal ini akan membuat orang menjadi tergantung dan tidak mandiri.
Bacaan kita memberikan dua pilihan kepada kita, yaitu: apakah kita
harus menyebar harta atau-kah menghematnya? Apa yang dimaksud dengan
menyebar harta dalam bacaan tadi bukanlah meng-hambur-hamburkan uang.
Menyebar harta di sini adalah membagi harta dan mengelolanya. Semua
dilakukan untuk memberdayakan (baik orang lain maupun diri sendiri) dan
bukan memperdayai. Ka-rena itu, uang itu akan bergulir yang mendorong
orang yang menerimanya dapat bekerja dan terjadi hubungan yang sinergis
atau saling menolong anta-ra yang memberi dan yang menerima. Berikutnya
tentang berhemat, sebenarnya adalah tindakan yang mulia. Tetapi kalau
tindakan itu dilakukan secara luar biasa, artinya hemat itu menjadikan
orang se-makin pelit, kikir malah tidak menjadi berkat. Alki-tab
mengatakan, bahwa ia justru berkekurangan.
= 02 =
Kekurangan,
karena berusaha menyimpan uangnya sebanyak-banyaknya tanpa
diberdayagunakan un-tuk/agar berkembang dan menolong sesama yang miskin.
Mari kita berbagi harta untuk memberdaya-kan, bukan memperdayai sesama
kita. AMIN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar